Advertorial Bisnis Online

Radang Paru-Paru Bayi


radang paru paru


Radang Paru-Paru (Pneumonia) memiliki gejala seperti pilek / selesma. Karena inilah biasanya ibu tidak menyadari ancaman yang lebih besar atau bahkan mungkin ibu hanya menduga si kecil terkena alergi biasa sehingga pileknya tidak kunjung sembuh. Padahal, tidak sedikit bayi/batita/balita yang meninggal dunia akibat penyakit radang paru-paru yang disebabkan oleh virus ini.

Radang paru-paru disebabkan adanya infeksi yang menyerang paru-paru (gelembung paru dan jaringan sekitarnya). Hal ini disebabkan oleh berbagai macam kuman. Penyakit ini bisa didahului oleh infeksi hidung dan tenggorokan lalu menyerang ke paru-paru beberapa hari setelahnya.

Ibu perlu tahu bahwa kuman pembawa penyakit radang paru-paru dapat menyerang golongan umur berapa saja mulai dari bayi baru lahir hingga orang dewasa. Tentunya radang paru-paru yang terjangkit pada bayi baru lahir dapat mengakibatkan hal yang lebih fatal / kematian bila tidak segera ditangani.


Gejalanya Radang Paru-paru

Seperti ulasan kami diatas, gejala radang paru-paru sama dengan pilek biasa. Tidak ada efek dramatis, seperti langsung meninggal dunia atau cacat. Inilah sebabnya banyak sekali suami istri yang tidak mengetahui bahwa si kecil sudah terkena radang paru-paru.


Penyebab Radang Paru-paru

Kuman penyebab pneumonia bisa berupa bakteri atau virus yang mencapai paru-paru dengan berbagai cara. Sebagai contoh, kuman yang berada di udara kotor lalu terhirup hidung dan tenggorokan sampai ke paru-paru dan akhirnya akan terjadi infeksi.

Bayi baru lahir merupakan kelompok paling rawan dan rentan tertular penumonia dari ibunya melalui jalan lahirnya saat proses persalinan. Dengan alasan inilah pemeriksaan kesehatan pada ibu yang akan melahirkan sangat diperlukan guna mencegah tertularnya radang paru-paru pada bayi. Namun demikian perlu diingat bahwa anak-anak juga rentan terkena pneumonia karena mereka umumnya belum memiliki kekebalan yang cukup.


Mengenali Radang Paru-paru

Untuk mengenali terjangkitnya radang paru-paru, dokter anak dapat saja menganjurkan kita untuk melakukan rontgent guna melihat kondisi paru-paru. Pada bayi/anak yang terkena infeksi paru-paru akan tampak sebagaimana gambar di bawah



Apabila ibu saat ini sedang mencurigai terjangkitnya radang paru-paru pada buah hati, atau mungkin dokter memberikan diagnosa radang paru-paru bagi bayi ibu, cobalah mengenalinya dengan menghitung Ritme Nafas si kecil dalam 1 menit.

Batas atas jumlah nafas anak kurang dari 2 bulan adalah 60 kali per menit, anak dengan usia 2 - 12 adalah 50 kali per menit sedangkan usia 1-5 tahun adalah 40 kali per menit

Ibu bisa mencoba untuk menghitungnya terutama pada saat si kecil tidur di malam hari. Apabila memang benar nafas si kecil melebihi batas atas tersebut, maka kemungkinan besar dia terkena infeksi paru-paru / radang paru-paru.

Bila ini terjadi konsultasi dengan dokter anak terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut guna menghindari akibat yang lebih fatal.


Radang paru-paru bisa disembuhkan.

Walaupun termasuk kategori penyakit berat, ibu tidak perlu terlalu khawatir karena pneumonia / radang paru-paru adalah penyakit yang dapat diobati dengan catatan kita harus cepat dan tepat dalam memberikan pertolongan. untuk itulah deteksi yang cepat sanagt diperlukan agar si kecil dapat segera diobati.

Cara termudah yang dapat dilakukan ibu untuk membantu mempercepat pengobatan hanyalah dengan memperbanyak asupan nutrisi bagi si kecil. asupan nutrisi yang cukup akan meningatkan daya tahan tubuh sehingga si kecil dapat menyembuhkan dirinya sendiri dengan lebih cepat.


Mencegah Radang Paru-Paru

Agar anak terhindar dari radang paru-paru, maka orang tua harus benar-benar memperhatikan tumbuh kembang si kecil Orang tua harus tahu jadwal imunisasi dan melakukan kunjungan rutin ke dokter atau perawat kesehatan anak dan meminta vaksin untuk mencegah penyakit pneumonia / radang paru-paru.

Belum menemukan yang anda cari? Klik disini untuk artikel lengkap kami.

-best viewed on PC-