Advertorial Bisnis Online

Belum Tentu Alergi



Bayi Alergi


Judul diatas kami ambil dari pengalaman seorang ibu yang menduga bayinya terkena alergi susu sapi namun sebetulnya tidak. Bagaimana cerita selengkapnya? Ikuti artikel berikut di e-kehamilan.

Terkadang kita mendapati bayi kecil,batita ataupun balita kita terlalu sering terkena batuk pilek. Sebagian ibu bisa saja kemudian mengambil kesimpulan bahwa anaknya terkena alergi dan kemudian menghindari segala macam makanan yang mungkin meningkatkan resiko alergi.

Sebaliknya ada juga bunda yang memiliki anak dengan vonis alergi dan memang muncul tanda-tanda alergi tetapi mengingkarinya dengan tetap memberikan makanan yang dapat meningkatkan gejala/resiko alergi.

Dari sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa ternyata ada bunda yang sangat menghindari makanan yang meningkatkan resiko alergi walaupun anaknya tidak alergi dan ada juga bunda yang mengingkari bahwa anaknya alergi dengan tetap meberikan makanan yang dapat meningkatkan gejala/resiko alergi.

Lalu apa kata dokter anak?

Kebetulan semalam penulis membawa anak penulis yang sedang batuk pilek ke dokter anak yang mendalami alergi di daerah Surabaya. Namun demikian rupanya walaupun dia terkenal sebagai dokter anak khusus alergi, pak dokter tidak serta merta men-judge anak penulis mengidap alergi. Bahkan secara terbuka dokter masih menerima konsultasi dan memberikan pemikiran kepada kami bahwa belum tentu anak kami alergi susu sapi.

Beberapa tanda yang menunjukkan gejala mirip alergi seperti batuk pilek, (gangguan pernafasan seperti nafas bunyi grok-grok di malam hari) namun bukan alergi adalah :

1. Bila terjadi demam
2. Bila gejala tersebut muncul di siang hari
3. Bila ada lendir berupa ingus yang mengental/kering

Kesimpulan sementara yang dapat diambil adalah bila anak kecil sering mengalami batuk pilek maka belum tentu dia alergi. Ibu harus memeriksa tiga tanda diatas. Bila tanda/gejala tersebut muncul maka tidak perlu dilakukan tes alergi.

Perlu dicatat bahwa pilek yang disebabkan oleh alergi (terutama debu rumah) akan terjadi terus menerus tanpa fase berhenti. Bila anak ibu sering pilek namun masih ada fase berhenti (contoh : sembuh benar selama 3 - 5 hari) maka dapat dipastikan anak ibu tidak alergi dan tidak perlu dilakukan tes alergi.

Cara yang paling aman dan mudah untuk mengatasi hal ini sekali lagi adalah dengan menyembuhkan si kecil dan memberikan bahan makanan tertentu selama beberapa hari untuk mencari informasi apakah si kecil alergi terhadap makanan tersebut atau tidak.

Bila tidak muncul reaksi alergi maka bisa ditambahkan jenis makanan lain dan ditunggu kembali apakah si kecil terlihat alergi atau tidak.

Sebagai contoh, bila ibu curiga si kecil alergi udang, ayam, telur, susu sapi dsb. Pertama-tama ibu bisa mengganti susu sapi dengan susu soya terlebih dahulu.

Bila reaksi alergi tidak terjadi, maka kita lanjutkan pada bahan makanannya. Pada minggu pertama coba berikan daging ayam tanpa memberikan udang, telur, dan bahan makanan lain yang dicurigai.

Bila si kecil tidak memunculkan reaksi alergi, berarti dia tidak alergi dengan bahan daging ayam. Selanjutnya ibu bisa memberikan telur, udang dsb berturut-turut bergantian.

Jadi bisa disimpulkan bahwa tidak semua anak yang terlihat alergi adalah alergi apabila dia memunculkan 3 kondisi diatas. Dan sebaliknya bila 3 kondisi diatas tidak pernah muncul dan anak ibu selalu pilek misalanya, maka bisa dipastikan si kecil alergi. Untuk itu bisa dipastikan dengan melakukan tes alergi.


Belum menemukan yang anda cari? Klik disini untuk artikel lengkap kami.

-best viewed on PC-